PEMINDAHAN IBU KOTA dan POTENSI KONEKTIVITAS PEMERATAAN EKONOMI

Muhammad Taufiq

Abstract


Seiring dengan berkembangnya pemahaman-pemahaman tentang wacana pemindahan ibu kota negara melalui kajian-kajian yang ada. Diantara berbagai potensi positif yang ingin didapatkan dari kebijakan tersebut yakni adanya konektivitas pemerataan ekonomi. Bukan hanya keseimbangan pembangunan wilayah, namun konektivitas lokasi yang akan dijadikan tujuan relokasi akhir ibu kota sedapat mungkin mumpuni dalam menciptakan konektivitas perekonomian berkenaan dengan konsep negara kepulauan. Tidak dipungkiri geliat perekonomian Indonesia selaku negara kepulauan berpusat pada Pulau Jawa, khususnya Ibu Kota Jakarta dengan tingkat perkembangan pusat pertumbuhan sangat tinggi jauh melampaui pulau-pulau besar lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pemindahan ibu kota sedapat mungkin agar mengacu pada konektivitas perekonomian sebagai trigger meningkatkan perekonomian pulau-pulau lain di Indonesia. Artikelini menghasilkan pemahamanberkenaan konektivitas perekonomian ibu kota tersebut sebagai pertimbangan pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan.


Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2008). Pengembangan wilayah: Konsep dan teori. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R. (2011). Pembangunan kelautan dan kewilayahan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R., & Adisasmita, S. A. (2011). Logika pemindahan ibukota Jakarta. Graha Ilmu.

Arnott, R. J., & McMillen, D. P. (2008). A Companion to Urban Economics. John Wiley & Sons.

BKPM. (2017). Realisasi investasi triwulan I. Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal.

BPS. (2017). Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi November 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bresnan, J. (1998). The Indonesian Economy Since 1996: Southeast Asia’s Emerging Giant. JSTOR.

Christaller, W. (1966). Central Places in Southern Germany. Prentic-Hall.

Credit Suisse International. (2017). Di Indonesia, 1% Orang Terkaya Menguasai 49% Kekayaan Nasional. Diambil 25 Oktober 2019, dari Katadata.co.id website: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/10/di-indonesia-1-orang-terkaya-menguasai-49-kekayaan-nasional

Djunaedi, A. (2014). Pengantar perencanaan wilayah dan kota. Gadjah Mada University Press.

Firman, T. (2002). Urban development in Indonesia, 1990–2001: From the boom to the early reform era through the crisis. Habitat International, 26(2), 229–249.

Friedmann, J. (1968). Education for regional planning in developing countries. Regional Studies, 2(1), 131–138. https://doi.org/10.1080/09595236800185101

Gunandha. (2017). Inilah 49 Wilayah Jakarta yang Masih Terendam Banjir. Diambil 25 Oktober 2019, dari Suara.com website: https://www.suara.com/news/2017/02/21/113333/inilah-49-wilayah-jakarta-yang-masih-terendam-banjir

Hill, H. (1994). Indonesia’s New Order: The Dynamics of Socio-Economic Transformation. University of Hawaii Press.

Johansen, P. H., & Chandler, T. L. (2015). Mechanisms of power in participatory rural planning. Journal of Rural Studies, 40, 12–20. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2015.05.006

kemenlu. (2017). Brunei Indonesia Malaysia Philippines East Asean Growth Area Bimp Eaga | Portal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Diambil 25 Oktober 2019, dari Kemenlu.go.id website: https://kemlu.go.id/portal/i/list/halaman_list_lainnya/94/brunei-indonesia-malaysia-philippines-east-asean-growth-area-bimp-eaga

kumparan.com. (2017). Banjir Terjadi di Area Parkir Pesawat Terminal 3 Bandara Soetta. Diambil 25 Oktober 2019, dari Kumparan.com website: https://kumparan.com/kumparannews/area-parkir-pesawat-terminal-3-bandara-soetta-banjir

Mahi, A. K. (2016). Pengembangan Wilayah: Terori & Aplikasi. Kencana.

McCann, P. (2013). Modern Urban and Regional Economics. OUP Oxford.

Moseley, M. J. (2013). Growth Centres in Spatial Planning: Pergamon Urban and Regional Planning. Elsevier.

Muchdie, Alkadri, & Suhandojo. (2001). 3 pilar pengembangan wilayah, sumber daya alam, sumberdaya manusia, teknologi. Direktorat Kebijaksanaan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Nurzaman, S. S. (2002). Perencanaan wilayah di Indonesia pada masa sekitar krisis. Penerbit ITB.

Nurzaman, S. S. (2012). Perencanaan wilayah dalam konteks Indonesia. Penerbit ITB.

O’Sullivan, A. (2011). Urban Economics (8 ed.). McGraw-Hill.

Pontoh, N. K., & Kustiwan, I. (2009). Pengantar Perencanaan Perkotaan. Bandung: Penerbit ITB.

Prasetia, A. (2016). Ekonomi Maritim Indonesia. Diandra Kreatif.

Rustiadi, E. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sari, E. V. (2017). Penduduk Miskin Bertambah, Tingkat Ketimpangan Stagnan. Diambil 25 Oktober 2019, dari Cnnindonesia.com website: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170717160147-78-228406/penduduk-miskin-bertambah-tingkat-ketimpangan-stagnan

Setiono, D. N. S., & Setiyono, P. (2010). Ekonomi pengembangan wilayah: Teori dan analisis. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Shalaby, N. W. (2013). Multi agent modeling for the participatory planning process. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 105, 851–865. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.11.087

Sjafrizal. (2014). Ekonomi wilayah dan perkotaan.

Sujarto, D. (2006). Perencanaan pembangunan kota. Bandung: Prodi PWK-SAPPK ITB.

Suryowati, E. (2017). Bappenas: 400.000 PNS Pusat Bakal “Diangkut” ke Ibu Kota yang Baru. Diambil 25 Oktober 2019, dari Kompas.com website: https://nasional.kompas.com/read/2017/07/11/22505221/bappenas.400.000.pns.pusat.bakal.diangkut.ke.ibu.kota.yang.baru

Tarigan, R. (2012). Perencanaan pembangunan wilayah. Bumi Aksara.

tomtom.com. (2017). TomTom Traffic Index. Diambil 25 Oktober 2019, dari https://tomtom.com/en_gb/traffic-index/

Winarso, H., & Firman, T. (2002). Residential land development in Jabotabek, Indonesia: Triggering economic crisis? Habitat International, 26(4), 487–506.




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jvi.v8i1.156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.

View My Stats